Translate

Showing posts with label Puisi hewan. Show all posts
Showing posts with label Puisi hewan. Show all posts

Puisi Aku Menjerit Karena Burung Pipit

Puisi Aku Menjerit Karena Burung Pipit

Aku Menjerit Karena Burung Pipit

Senang dan kecewa yang kurasakan
Saat melihat hamparan sawahku penuh dengan padi-padi
Senang, karena padi yang kutanam telah menunduk
Rezeki pun segera menghampiriku

Namun hatiku kecewa 
Saat melihat seribu burung pipit menyerang padiku
Burung-burung pipit yang menghisap padiku yang ingin menjadi beras
Dan burung-burung pipit yang hinggap mematahkan malai padiku yang tak lagi menjadi beras

Wahai burung-burung pipit
Yang terbang dilangit
Tubuhmu yang emprit
Mengapa kau membuat hatiku menjerit

Burung pipit
Janganlah kau patahkan rezekiku
Tak mudah aku merawatnya
Aku sudah tak lagi punya rezeki
Dan Hanya padi-padi itulah harapanku

Puisi Anak Kucing Yang Malang

Puisi Indah: Anak Kucing Yang Malang

Puisi anak kucing yang malang

Lihatlah anak kucing di tepi jalan itu
Hanya sendiri
Sungguh anak kucing yang malang
Berjalan perlahan dengan teriakan memanggil ibunya

Padahal banyak orang-orang yang berlalu-lalang di tepi jalan itu
Namun mereka cuek 
Pura-pura tidak tau keadaan anak kucing yang malang
Kemana nurani dan belas kasih dihati mereka?

Si anak kucing terus berjalan pelan 
Kadang berlari kecil dan berhenti
Berteriak lantang kadang juga lirih
Berteriak lantang memanggil-manggil ibunya
Berteriak lirih mencuri simpati kepada mereka yang berlalu-lalang

Mereka yang berlalu-lalang tetap tak perduli
Mata seakan buta dan telinga seakan tuli
Mata hati yang buta dan tertutupi
Telinga yang normal namun tak ingin mendengar anak kucing yang mencuri simpati

Karena mereka lebih penting mengejar urusan pribadi
Urusan pribadi yang membutakan hati nurani untuk tidak mengasihi,mencintai, dan menyayangi

Anak kucing itu benar-benar malang
Dia berada di lingkungan yang malang
Karena dia hidup di kota Malang


Pageviews past week