Translate

Puisi Cinta Beracun

Puisi Indah: Cinta Beracun

Cinta beracun

Cinta yang beracun
Kau tak baik untukku
Kau bermain api dalam hatiku
Rahasia burukmu yang aku temukan
Kamu tidak tau bahwa aku tau

Dihatimu ada seseorang selain aku
Tetapi kamu tak pernah jujurkan itu
Apa kamu takut aku akan marah?
Pasti benar, itu membuat api dalam hati semakin membara

Tak akan ada seseorang pun yang mau hatinya diduakan
Tak akan pernah rela dan rasanya sangat sakit dihati

Cinta manismu dibibir namun beracun
Membuat aku ingin pergi menjauh darimu
Ingin menenangkan dan memulihkan hati yang retak

Jangan lagi mencariku
Saat kamu terpuruk dalam sifat buruk
Karena aku sudah tak perduli keadaanmu
Aku sudah terlanjur hancur karenamu

Puisi Ingin Terus Bersamamu

Puisi Indah: Ingin Terus Bersamamu

 Ingin terus bersamamu

Setiap waktu aku terus memikirkan kamu
Hembusan nafasmu yang mengingatkanku
Aku benar-benar merasakan kesungguhan
Yang membuat rasa ingin bersamamu

Aku ingin disampingmu
Meski hanya satu jam saja
Walau sekedar berbicara manis, bercanda, dan tertawa
Rasa rindu ini sudah terobati

Tak ada lagi yang aku inginkan
Aku hanya ingin kamu menyayangiku
Dan aku akan mendekapmu erat
Itu yang akan aku lakukan karena kamu milikku

Aku tak mampu lagi melawan rasa rindu ini
Ini membuatku risau saat mencoba untuk melawan
Kamu dan aku memang ditakdirkan untuk bersama dalam ikatan suci
Yang maha esa tentu benar dalam menuntunku padamu

Karena kamu bagian tulang rusuku

Puisi Berdua Bersama

Puisi Indah

Puisi Indah: Berdua Bersama


Kita terlahir untuk berpasangan
Mari kita jalani hidup selamanya
Mari pejamkan mata kita
Dengarkan suara hati kita bersama-sama
Rasakan aura kebahagiaan saat kita bergandeng tangan

Berdua berdiri kuat bersama-sama
Selamanya bertahan dari terjangan badai kehidupan
Tidak akan ada yang mampu memisahkan kita
Seperti langit dan bumi  salalu bersama

Berdiri teriak menyuarakan perasaan
Menyatukan pikiran, rasakan kehadiran cinta
Mengibarkan bendera kekuatan batin
Yakin kita mampu hidup bersama selamanya

Pelajari sejarah kebahagiaan kita dulu
Peraktekkan kembali momen indahnya
Ukirlah cerita manis dalam lembaran hari yang akan terlewati
Siapkan mental baja untuk misteri yang akan kita hadapi nanti

Puisi Tercandu Cinta

Puisi Indah: Tercandu cinta

 Tercandu cinta

Mereka sama sepertimu
Mungkin mereka lebih dari kamu
Tetapi tidak untuk diriku berpaling
Karena ada yang special dari kamu

Itu yang membuat aku suka 
Lama aku sudah memendam rasa
Rasa cinta yang tumbuh dari hati
Ingin ku hidup bersamamu
dan tak ingin berada jauh

Telanjur aku kecandu cinta
Apakah, itu slah
Ktika cinta itu tidak ada di hati kamu
Aku akan risau

Berilah hati mue untuk ku
Karena aku layak, ingin memilikimu
Aku tak ingin membuang-buang waktu memendam rasa
Terus maju mengejarmu
Sampai kamu menjadi milikku
Puisi Indahnya Cinta

Puisi Indahnya Cinta

Puisi Indah: Puisi indahnya cinta


Pesona cintamu
Seperti berlian yang berkialau
Sejauh mata memandang
Akan tersilaukan dengan kasih sayang

Tengolah taman bintang di langit
Temukan keindahan cahayamu di sana
Gapailah dan simpan dalam hati
Agar cinta hatimu bersinar terang

Indahnya cinta pada empat mata yang bertatap
Terlihat hidup bahagia di dalam matamu
Begitu indah kita bersatu
Keindahan bersama seperti bintang ditaman langit

Seperti bintang dan langit tak akan terpisah
Begitu juga cinta kita yang tak akan pernah terpisahkan
Jika engkau berada jauh dari hidupku
aku akan menatap taman langit dan terukir wajahmu di sana


Puisi Kemarau Membunuh Padi

Puisi Indah: Kemarau Membunuh Padi


Kemarau itu sangat membunuh
Siang-siang aku melangkah di tegalan sawah
Pucat aku melihat hamparan lumpur
Pecah-pecah teriak tiada air

Padi-padi yang kuharapkan rezekinya
Kini telah terbunuh kering
Tak ada satupun yang tersisa

Tersujud aku menahan tangis
Hanya air mata tajam yang membunuh kebahagiaan
Rasa duka menyelimuti hati

Duduk aku termenung
Mengharap tirta jatuh dari mendung
Ku coba untuk bangkit
Dari hidupku yang tersandung

Puisi Tvku

Puisi Indah: Tvku

Tvku

Tvku
Aku bahagia bisa memilikimu
Engkau begitu bewarna
Mewarnai hidupku ketika gelap
Engkau begitu ramai
Meramaikan hatiku yang sepi

Karenamu aku tak lagi buta
Buta dengan apa yang ada di dunia luar
Sesuatu yang ada di sana dan tak ada di duniaku

Tvku
Engkau begitu berguna
Terima kasih tvku telah menemani hidupku selama ini
Tanpamu hari-hariku sepi
Tanpamu aku buta melangkahi waktu
Tanpamu aku gelap dalam terang

Tvku
Jika engkau berumur tua
Dan engkau tak mampu lagi mewarnai, meramaikan, dan membuatku buta
Entah apa yang akan aku lakukan terhadapmu

Puisi dalam Ruang Suram

Puisi Indah: Dalam Ruang Suram

 Dalam ruang suram

Seharusnya malam itu sepi
Tetapi tidak di ruangan ini
Begitu rame di dalam sunyi

Aku mendengar jeritan kesakitan
Aku mendengar tangis kesedihan
Aku mendengar tawa kengerian

Suara-suara itu terus mendekat
Pundakku terasa berat 
Berdiripun aku tak kuat

Bulu halusku bergetar tegang
Suasana ruangan ini kian suram
Inginku beranjak
Namun aku tak mampu melangkah

Terdiam
Dunia makin gelap
????????????????????


Puisi dalam Dunia Derita dan Dunia Kebahagiaan

Puisi dalam Dunia Derita dan Dunia Kebahagiaan

Mengapa siang ini seperti malam
Berkelabu dan sepi
Tak ada keramaian
Ada apa dengan dunia ini

Aku merasakan ketegangan luar biasa
Seperti aku dalam tekanan
Keadaan yang semakin membuatku takut
Takut akan ada sesuatu yang terjadi

Aku merasakan ada wajah dalam diriku
Yang melihat semua kesalahanku dan
Ada sesuatu yang membawaku ke alam bawah sadarku

Saat aku tolehkan kepala ke kiri
Aku melihat mereka tenggelam dalam lumpur api
Mereka tidak mati
Tetapi mereka teriak mati

Aku takut dan bingung
Begitu banyak aku melihat mereka disiksa begitu kejam
Mereka terpenggal, tertusuk, tergantung, hancur, dan termakan hewan buas
Namun mereka hidup kembali dan disiksa lagi
Hidup lagi dan disiksa lagi
Hidup penuh siksaan

Namun saat aku tolehkan kepala ke kanan
Aku melihat mereka begitu bahagia
Mereka serba putih, wangi, dan bersih
Tak ada aku melehat mereka teriak kesakitan

Mereka begitu bahagia, tertawa, dan ceria
Mereka hidup mewah tak semewah hidup didunia
Memiliki semua harta yang tak ia miliki didunia

Tetapi semakin aku takut akan hal itu
Dan bertanya pada wajah dalam diriku
Wahai engkau,,,,
Aku akan tinggal di mana?
Akankah aku tinggal di sebelah kiri penuh dengan ketakutan dan penyiksaan
Akankah aku tinggal di kanan penuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan

Sesuatu mendorongku
Aku jatuh dalam dasar jurang penuh siksa
Aku berdiri dan dunia penuh siksa itu telah lenyap

Sekarang aku berada di dunia asalku
Namun dunia derita itu terus menghantuiku
Yang membuat aku sadar dari kesalahanku
Dan aku harus memperbaiki kehidupanku di dunia ini
Agar aku bisa hidup di dunia kebahagiaan itu


Puisi Bidadari Malam

Bidadari malam


Kasihan aku melihatnya di malam hari
Di suatu tempat aku melihat bidadari cantik
Mereka mengantri dan menunggu suatu alasan
Sesuatu yang harus mengorbankan harga diri
Mereka butuh sesuatu untuk bertahan dengan keadaan

Dari mereka untuk kebutuhan keluarga yang ditinggal
Taukah keluarga mereka, apa yang mereka lakukan selama ini ?

Kehadiran mereka ada yang membenci
Kehadiran mereka ada yang membutuhkan

Hidup di dunia ini memang butuh sesuatu untuk bertahan
Tetapi sucikah yang mereka lakukan
Dosakah, apa yang mereka kerjakan

Tuhan lindungilah mereka dari bahaya
Sesuatu yang membahayakan tubuhnya
Sesuatu yang membahayakan imannya
Tuhan berilah petunjuk kepada mereka
Agar mereka kembali kejalan yang benar
Puisi Tercekik dalam Kemegahan

Puisi Tercekik dalam Kemegahan

Satu hal membuat kami bingung
Bos negara, entah apa yang ada dipikirannya
Membangun kemegahan yang tak kami rasakan manfaatnya
Banyak uang kami yang dipendam dalam kemegahan itu

Booss
Lihatlah kami sebagai rakyatmu
Sudah makmurkah kami, sudah mapankah hidup kami
Kami terus kerja keras mencari uang untuk kehidupan kaluarga kami
Tapi, kenapa hasil kerja keras kami terus dirampas

Kami semua tercekik dengan peraturan itu
Pajak, sembako, dan bbm terus melambung tinggi
Sedangkan uang yang kami dapat tak kunjung melambung dan terus susut

Peraturan untuk kemegahan itu
Membuat kami semakin menjerit
Menjerit karena lelah menahan cekik

Booss
Dengarlah suara hati kami ini


Puisi Penyesalan Cinta

Puisi Penyesalan Cinta

Jujur aku telah menyesal
Aku baru menyadari betapa cintanya dirimu
Hingga kau rela menungguku semalam itu
Terlihat wajah cantikmu yang lelah menahan kesal
Karena aku tak kunjung tau dengan cintamu

Aku akan datang menemuimu, dan ungkapkan sesalku
Harus kutemukan dirimu
Akan aku katakan, aku membutuhkanmu, aku menyukaimu, aku cinta padamau, dan aku sayang padamu

Tetapi kini dirimu telah pergi tanpa jejak
Lelah aku mencarimu 
Aku bingung harus mencari kemana
Dirimu seakan lenyap terhisap lubang hitam

Kini hidupku diselimuti rasa penyesalan
Kau tau, tak mudah hidup seperti itu

Aku mohon padamu
Kembalilah ke dunia ini
Aku akan kembali keawal
Seperti awal aku mengenalmu

Puisi Bebaskanlah

Bebaskanlah

Tak mampu lagi aku menahan rasa lelah
Aku lelah harus menjadi seperti yang engkau mau
Engkau paksa diriku untuk ikuti maumu

Hidupku hanyut dalam sungai
Mengikuti alirannya sampai dimana tempat bermuara
Seperti aku harus mengikuti jejakmu
Langkahku lepas dari jejakmu, selalu salah dimatamu 
Hidupku telah hampa, tak mampu berkarya, dan tak berguna di dunia

Tak bisakah engkau rasakan
Aku terpasung olehmu
Engkau mengikatku terlalu erat, takut hilang kendali
Namun pikiran burukmu terhadapku tak pernah terbukti

Aku begitu lelah, sangat lelah, hingga aku mati rasa
Aku ingin menjadi diriku sendiri, dan tak sama seperti dirimu
Aku lebih tau apa yang harus kulakukan
Karena aku bukanlah dirimu

Dengarlah.....
Aku ingin berkarya sesuai kemampuanku
Demi masa depanku yang berguna


Puisi Ketika Tubuhku Tak Sempurna

Puisi Ketika Tubuhku Tak Sempurna

Puisi Indah: Ketika Tubuhku Tak Sempurna

Saat tubuhku tak lagi sempurna
Tak lagi kuat
Dan tak lagi menarik seperti dulu
Akankah hatimu masih ingat rasa cintaku

Saat kakiku lumpuh tak sanggup lagi berjalan berdua bersamamu
Akankah kakimu masih ingin melangkah dan mendatangi cintaku

Saat tanganku tak lagi ada
Tak lagi aku mampu memegang tangan dan menghusap keningmu
Akankah tanganmu masih ingin menggenggam cinta kita berdua

Saat bibirku tak lagi bernada
Tak lagi aku mampu mengucapkan cinta kasih kepadamu
Akankah bibirmu masih ingin mengucapkan cinta kepadaku

Saat pandanganku tak lagi berwarna
Tak lagi aku mampu memandang kesedihan, kebahagiaan, dan senyum dari wajah cantikmu
Akankah kamu masih ingin terus memandang diriku

Ketahuilah wahai kekasihku
Sampai kapanpun aku tetap mencitaimu sampai akhir hayatku
Namun akankah engkau masih ingin terus mencintaiku
Walau aku tak sesempurna dulu

Penulis: Krisna Indra Kusuma


Puisi Guruku

Puisi Guruku

Dulu duniaku kosong
Tak bisa menulis, membaca, berhitung, dan melukis
Seperti selembar kertas putih polos
Tak ada warna, tak menarik, dan bosan

Aku yang masih polos 
Harus dipoles dengan polesan yang baik
Agar aku lebih berwarna dan berharga  di dunia

Sejak engkau hadir dalam hidupku wahai guru
Diriku yang dulu kosong
Kini lebih berwarna dan bearti untuk dunia
Yang dulu aku tak bisa apa-apa
Kini aku bisa berbuat segalanya

Itu semua berkat engkau wahai guru
Terima kasihku ucapkan untuk engkau para pahlawan tanpa tanda jasa
Tetapi engkau sangat berjasa untuk aku
Dan karena engkau
Aku telah menjadi seseorang yang berguna untuk nusa dan bangsa
Serta bisa membahagiakan orang tua dan keluarga tercinta

Terima kasih guruku
Teruslah engkau hidup

Penulis: Krisna Indra Kusuma

Puisi Mie Instanku



Pagi hari perut sudah berdendang
Piring itu sudah berisi dirimu
Membuat perutku semakin merdu
Dan segera menghabisimu

Oh...mie instanku
Bodimu yang panjang berlekuk-lekuk seksi enak dirasa
Warnamu kuning enak dilihat
Aromamu sangat menggoda
Tak sabar lidahku ingin menyentuhmu

Engkau begitu murah-meriah
Banyak orang yang menyukaimu termasuk aku
Engkau pahlawan kelaparan
Disaat aku, mahasiswa, dan orang-orang kelaparan
Sementara uang sedang kemarau
Engkaulah yang paling dicari-cari

Terima kasih mie instanku
Engkau pahlawan perutku dan mereka

Penulis: Krisna Indra Kusuma

Puisi Polisi Lalu Lintas

Puisi Polisi Lalu Lintas

Tubuh mereka tegap gagah perkasa
Suara mereka berwibawa bagai petir menggelegar
Mata mereka tajam setajam mata elang yang siap memburu mangsa
Dengan mata tajam siap menyambar pelanggar lalu lintas dan menghukumnya

Mereka rela berdiri di tengah keramaian jalan
Tak mengenal hujan dan panas
Mereka lakukan dengan hati iklas
Demi kelancaran lalu lintas

Demi menjalankan tugasnya, kadang mereka harus menahan haus dan lapar
Walaupun begitu, mereka tetap berdiri bertugas dengan gagah perkasa
Dan mereka juga rela mengorbankan nyawanya 
Demi menolong kita dari kejahatan yang mengancam harta dan nyawa

Mereka hanya manusia sama seperti kita
Mereka bisa haus dan lapar
Bisa marah, sedih, senang, dan sakit
Mereka juga bisa mati
Karena mereka hanya manusia biasa dan bukan dewa

Tetapi mengapa, sebagian dari kita membencinya
Apa mereka suka menilang dan meminta uang

Ingatlah wahai sebagian dari kita
Itu hanya oknum yang memanfaatkan seragamnya
Bencilah kalian kepada oknum
Jangan membenci nama besar polisi lalu lintas
Karena tanpa mereka ada
Kita bisa berbuat apa

Penulis: Krisna Indra Kusuma

Puisi Marah

Puisi Marah

Aku marah
Aku buas seperti buaya itulah duniaku
Amarahku membuat rasa lapar
Aku berburu agar tetap hidup
Belas kasihan yang kau butuhkan
Tetapi aku tak ada belas kasihan dalam nadiku

Coba kamu rasakan amarah mengalir dalam darah mu
Amarah itu akan membumbung tinggi di pagi dan siang hari
Akan menghilang disaat malam
Kamu bisa merasakan kekuatanmu menghancurkan dunia

Itulah kalau hatiku sedang marah
Aku tak mampu menyembunyikan amarahku
Dan kau tau 
Disaat aku marah, akan ada seseorang yang terluka
Dan itu adalah dirimu yang membuat hatiku marah

Amarah dalam diriku tak ada kendali
Api sudah terlanjur berkobar dalam kemarahan hati
Tak akan ada yang mampu memadamkannya
Walau dengan setumpuk salju
Instingku adalah kebencian dalam darah dingin

Kamu tak akan mampu bersembunyi
Kini hanya ketakutan yang akan kamu temui

Penulis: Krisna Indra Kusuma
Puisi Khawatir Di Tinggal

Puisi Khawatir Di Tinggal

Sampai saat ini 
Ditempat ini aku bertanya 
Saat aku hubungi nomormu 
Jaringan telepon sedang sibuk

Sayangku ayo angkatlah telepon dari aku
Aku ingin bilang padamu datanglah padaku
Semalam tanpamu terasa seperti sebuah mimpi yang hilang

Sayang, inginku katakan padamu perasaan saat ini
Bahwa aku merindukanmu
Dimanapun aku berada

Saatku hubungi nomormu lagi
Jaringan teleponmu berada diluar jangkauan
Saat ini hatiku gelisah
Selalu berpindah tempat

Hatiku diterpa badai kekhawatiran
Khawatir akan hari-hariku jauh darimu
Otaku terinfeksi rasa ketakutan
Aku takut kamu pargi meninggalkan aku sendiri

Pahamilah sayangku
Jika kau pergi
Aku akan mencarimu lagi
Akan aku tempatkan diriku kedalam lubuk hatimu yang semakin dalam

Karena aku sangat cinta badamu

Penulis: Krisna Indra Kusuma

Puisi Pejantan Terluka

Pejantan terluka

Aku sang pejantan ini sedang terluka
Namun kau tak bisa melihat darahnya
Bukan apa-apa
Karena sang pejantan ini telah dicampakan

Luka itu ada sejak kau tinggalkan
Aku menderita dalam duka cinta
Kini aku tenggelam dalam kesedihan

Kau tahu aku sang pejantan 
Orang yang pantang menyerah
Namun aku tanpamu aku menyerah

Memang aku merasa tak sebagus dulu
Namun aku tetaplah aku
Dan aku mencintaimu selalu
Aku ada setiap hari dan selamanya disampingmu

Kini hanya gambarmu yang kau tinggalkan
Dan hanya sebuah sejarah tanpa kenangan
Aku sadar akan kepergian mu
Memang aku berbuat salah
Dan aku hanyalah manusia biasa yang bisa salah

Penulis: Krisna Indra Kusuma
Puisi Topiku

Puisi Topiku

Topiku
Sejak kehadiran mu disetiap aktivitas luarku
Aku terlindung dari panas matahari
Panasnya yang dapat membuatku ringkih

Topiku
Engkau begitu kuat menahan panas
Panas yang dapat melelehkan mu
Tetapi engkau tetap setia melindungi segala aktivitasku

Topiku
Terima kasih engkau selalu ada
Engkau tetap setia menemani hari-hariku
Hari-hariku penuh suka dan duka

Topiku
Jika engkau rusak
Tetap akan ku kenang dalam sejarah
Aku letakkan kamu di tempat yang mewah
Karena kamu sesuatu benda termewah dan berharga dalam hidupku

Penulis: Krisns Indra Kusuma
Puisi Penyelamat Kesedihan

Puisi Penyelamat Kesedihan

Sayangku disaat engkau sedih dan membutuhkan aku
Aku akan datang
Jika aku sibuk
Akan aku tinggalkan kesibukan itu
Aku akan datang menyelamatkan mu
Dari tenggelam dalam kesedihan

Janganlah engkau sebut diriku pahlawan
Karena aku bukanlah pahlawan
Aku hanya berusaha semampu diriku untuk menjadi orang yang terbaik dalam hidup mu

Sayangku jika engkau terlarut dalam kesedihan
Telfonlah aku dan jangan ragu
Sesibuk apapun diriku
Aku akan datang menyelamatkan mu
Akan aku kuras kesedihan itu walau sedalam samudra
Karena aku tak ingin kekasihku hilang tenggelam dalam kesedihan

Penulis: Krisna Indra Kusuma

Puisi Bosan

Puisi Bosan

Puisi Indah: Bosan

Membutuhkan cerita lain
Sesuatu yang bisa membuatku bewarna
Hidupku mulai membosankan

Butuh sesuatu yang membuatku semangat
Hingga seluruh tubuhku bernoda ceria
Dari semua kebahagiaan yang ada

Meraih jujurku bersumpah
Aku telah bosan dengan kebenaran palsu
Muak dengan semua kebohongan itu

Aku katakan pada diri sendiri
Aku sudah hampir meninggalkan duniaku
Karena aku bosan dengan kebahagiaan palsu

Tak butuh kalimat sempurna
Aku hanya ingin bernyanyi
Akan aku buang semua kebosanan ini

Penulis: Krisna Indra Kusuma

Puisi Bungaku

Aku memanggil dirimu
Kemarilah akan ku katakan suara hati

Bungaku 
Aku mencintai mu
Rasa cintaku kepada mu tak terukur hingga akhir waktu

Bungaku 
Pahamilah rasa takut dalam benakku
Takut kamu pergi dari hidupku
Aku takut menjalani hidup tanpamu

Bungaku
Janganlah engkau pergi
Pergi jauh meninggalkan aku sendiri disini
Tanpa mu aku hancur menjalani hidup yang sepi

Bungaku
Aku mohon pada mu
Tetaplah bersamaku dalam hidup penuh cinta
Ukirlah cinta tulus kita dalam hati yang bahagia
Buatlah cerita cinta kita yang indah dalam dunia
Kenanglah moment cinta kita dalam mimpi indah

Penulis: Krisna Indra Kusuma


Puisi Aku Ingin Bebas

Puisi Aku Ingin Bebas

Hidup dalam tekanan
Terasa pecah kepala merasakannya
Carut-marut mereka sibuk dengan dunia
Entah apa yang mereka cari

Ayo ikut aku kita pesta arak
Satu, dua, tiga tos sampai mabuk
Berpestalah sampai tak mengenal diri
Mabuk sampai terbang melayang
Seperti burung terbang bebas tanpa masalah di udara

Bebas pikiran dari gemerlapnya hidup ini
Senang hati menari-nari, berdansa, dan bernyanyi
Hilang semua beban tenggelam dalam arak
Beban tanggung jawab dalam kehidupan dunia

Kita pesta, kita mabuk, kita gila, kita lupa
Lupa masalah, lupa beban, dan kita bebas
Kita bebas sampai sebabas-bebasnya
Karena kita manusia ingin bebas

Penulis: Krisna Indra Kusuma
Puisi Mulut Cerdas Hampa

Puisi Mulut Cerdas Hampa

Apa yang bisa kamu lakukan dengan mulut cerdas mu
Kamu sering tampil di tv
Berkoar-koar kecerdasan muslihat mu
Membuat kami tak sadar maksud tujuan kepentingan mu

Mulut cerdas mu terus berkobar
Meyakinkan kami berpikir dan tak sadar kamulah yang terbaik
Mulut cerdas mu berbumbu janji-janji manis
Menghipnotis kami memaksa untuk memuji kamu

Ketika kami jatuh dalam tekanan
Kamu hanya duduk manis menonton tv
Menyaksikan penderitaan kami
Hanya tertawa lebar tanpa solusi

Kami sakit setiap hari 
Menunggu janji manis dari mulut cerdas mu
Mana janji itu.............

Dari kami sampai mati menunggu janji itu
Tetapi janji itu hanyalah hampa
Kamu berdiri mewah di atas penderitaan kami

Waktu terus berputar 
Hari-hari silih berganti
Tahun-tahun berganti jaman
Tetapi hidup kami masih diselimuti derita

Bagai mana kamu bisa tega terhadap kami dengan mulut cerdas mu itu

Penulis: Krisna Indra Kusuma

Puisi Cahaya Cinta

Puisi Cahaya Cinta

Puisi Indah: Cahaya Cinta

Ketika aku datang berada di samping mu
Perasaan takut kehilangan mu 
Hilang ditelan waktu

Meski jalan panjang yang aku tempuh
Aku tidak akan mengeluh
Penuh semangat cinta kukan menemui mu
Walau halangan, rintangan yang dapat memupuskan harapan
Akukan terus melewati itu
Sepanjang jalan aku bernyanyi menghibur sunyi

Bersama mu
Aku mendapatkan semua kebahagiaan cinta
Aku melihat di sekitar diriku
Ada kehidupan manis karena dirimu ada dihidupku

Tidak bisa berhenti aku mencintai mu
Tidak bisa bohong bahwa aku bahagia hidup bersama mu

Walau aku terjebak dalam gelap
Cinta tulus hatimu menyinari aku dari kegelapan
Karena kamu cahaya dihidupku

Penulis: Krisna Indra Kusuma
Puisi Menyaksikan Kehidupan Penuh Derama

Puisi Menyaksikan Kehidupan Penuh Derama

aku mendaki gunung
Menyaksikan ilalang yang berdendang bersama angin
Berat kaki menapaki jalan setapak yang sempit

Puncak gunung bertemu batu menyendiri
Aku temani dia duduk dan berbincang gila
Kita berdua menonton drama kehidupan
Menonton mereka-mereka saling berakting
Memainkan karekter mereka yang nyata

Hal-hal yang tidak aku mengerti tentang mereka
Tetapi di atas puncak gunung ini aku menyaksikan banyak hal 
Aku tertawa hahahahaha
Melihat kelucuan akting mereka
Ada yang mencacimaki diantara mereka
Bertengkar hebat layaknya filem action
Saling melucu menghibur kawannya
Sedih meratapi nasipnya

Hahahaha aku tertawa terbahak bersama batu dengan tawa bisu
"Batu mereka lucuya, akting mereka seperti nyata didunia. Hahahahaha"

Tetapi ada satu hal yang membuat aku bangga
Menyaksikan mereka para dermawan yang mau membagi sebagian rezekinya kepada mereka
Mereka orang-orang kecil yang membutuhkan rezeki itu

Aku pergi meninggalkan batu itu
Aku pergi bergabung bersama mereka dan
Aku mengambil peran utama dalam sebuah derama kehidupan ini
Karena aku yang menjalani hidup ini

Penulis: Krisna Indra Kusuma

Puisi Ingin Tahu Kesedihanmu

Puisi Ingin Tahu Kesedihanmu

Biarkan aku datang padamu
Aku ingin tahu kesedihanmu
Aku tidak tahu awal dimana dari kesedihan itu

Aku ingin tahu
Tetapi kamu tak satupun nampak berkata-kata
Aku ingin tahu
Apa salahku yang membuat kamu sedih
Janganlah kamu terus menangis dan membisu

Kekasihku bicaralah
Jangan terus diam dalam penderitaan
Karena aku tak mau kau menderita karena aku

Kekasihku jika aku tahu salahku yang membuatmu sedih
Kukan berusaha membaiki itu
Tetapia mengapa kau hanya membatu dan bisu

Berada dikesedihan mu yang bisu
Tubuhku seperti berada di tengah samudra
Hanya bersampan tak ada dayung
Aku bingung harus berbuat apa

Aku di sini di sampingmu hanya ingin melihatmu tersenyum
Menanti jauh dalam lubuk hati
Kuberharap kebahagiaanmu kembali

Penulis: Krisna Indra Kusuma
Puisi di Bawah Gubuk

Puisi di Bawah Gubuk

Tengah hari di bawah gubuk sederhana ini
Aku berteduh dari teriknya matahari
Aku baringkan tubuh yang lelah ini
Dari pagi aku bekerja
Menanam rezeki di kebunku
Agar berbuah rezeki halalku

Terbaring aku berharap
Hasil panen kebunku melimpah

Mendengarkan dendang musik dangdut
Menyemangatkan jiwa
Membuat semangat dalam nadiku
Untuk hasil yang bahagia

Ku pejamkan mata sejenak
Ku berdo'a dalam hati dan
Aku kumpulkan lagi tenagaku yang telah hilang
Agar aku lebih kuat

Kuat bekerja mencari rezeky
Rezeky untuk anak dan istri

Penulis: Krisna Indra Kusuma




Puisi Hidup di Medan Perang

Puisi Hidup di Medan Perang

Mimpi burukku menjadi kenyataan
Hari-hari terakhir bersama keluarga yang dicinta
Aku pergi menjalankan perintah pemimpin negaraku untuk mengorbankan jiwa
Aku tak tahu apa tujuan dari perintah itu
Aku hanya bisa menurut dan melaksanakannya
Karena aku terlahir sebagai pembela negara 

Aku hidup dalam baku tembak
Hidupku dalam hujan peluru 
Peluru-peluru yang melintasi telingaku
Dan aku akan terbunuh hanya dengan satu peluru

Mengapa tidak bisa para pemimpin negaraku
Memahai bahwa aku dan kita semua tidak ingin perang
Memahami tak akan ada yang bisa bertahan
Memahami bahwa aku terlalu muda untuk mati
Memahami bahwa aku mencintai kehidupanku dan mereka
Terlalu cepat aku gugur meninggalkan kesedihan keluarga tercinta

Bukannya aku takut mati untuk membela negara mu
Tapi aku takut akan membunuh mereka tak ada dosa yang tak tahu mengapa ada peperangan ini
Aku juga tak mau mati dalam dosa-dosaku

Karya: Krisna Indar Kusuma


Puisi Pesta Orang Mati

Puisi Pesta Orang Mati

Orang mati
Bernyanyi sepi dalam peti
Bibirnya diam berkata dalam misteri
Tubuh tegap memudar
Karena mereka tidak dapat melakukan apa-apa
Kita bisa melihat daging merek busuk
Mereka pasrah pada takdir

Orang mati
Mendengar gosip kita
Mereka hanya tertawa dalam kematian
Mereka tau apa yang kita gosipkan
Tapi kita tidak tahu bahwa mereka tau

Orang mati 
Berpesta minum arak
Menari berdansa mati di kuburan mereka
Menyambut kita sebagai teman dalam dosa

Orang mati
Tertawa terbahak mati 
Melihat kita akan tersiksa diakhir bab kehidupan nanti

Karya: Krisna Indra Kusuma

Puisi Sandiwara Kehidupan

Puisi Sandiwara Kehidupan

Begitu berisik aku tinggal disini
Mendengar sandiwara kehidupan
Berita tv sandiwara pemimpin tak sesuai fakta
Janji-janji yang terucap dari kejujurannya
Hanya sebuah tong kosong

Pemimpin lupa dengan janji yang terucap
Janjinya yang dibungkus dengan sandiwara kebaikan
Dia hanya tau berbuat baik
Tapi tak tau makna kebaikan yang dirasakan dan
Masyarakat tak tahu apa dibalik kebaikannya

Kabaikannya hanya untuk menutupi keburukannya dan tujuan gelapnya
Kita tertipu dengan kebaikannya
Kita terlanjur percaya dengan itu semua

Karya: Krisna Indra Kusuma


Puisi fase Manusia

Puisi fase Manusia

Ada fase pada diri manusia
Dimana ada waktu manusia untuk sabar
Dimana ada waktu manusia untuk marah
Dimana ada waktu manusia untuk sedih dan menangis

Kesabaran pada hati manusia ada batasnya
Tidak selamanya manusia terus bersabar
Manusia akan marah jika dibuat marah
Janganlah membuat hati manusia marah
Jika hatinya marah tak ada manusia yang sanggup mendekatinya

Hati manusia yang marah akan sedih
Sedih befikir mengapa ada manusia yang membuat hati marah

Karya: Krisna Indra Kusuma

Puisi Hidup dalam Dunia yang Dijual

Puisi Hidup dalam Dunia yang Dijual

Akhir-akhir ini aku telah kehilangan tidur
Bermimpi tentang hal-hal yang tidak biasa
Mengigau mengatakan menghitung uang dalam kehidupan

Aku melihat kehidupan ini
Seperti kerajaan kera sibuk sendiri mencari makan
Tak mau berbagi dan saling rampas
Tak memperdulikan sesama, hanya perduli dengan golongan
Saling berkuasa dan menguasai
Licik dalam harta, tahta, dan wanita
Berkelahi melukai dan saling mati dalam piramid

Aura mimpi diriku melintasi seuntai tali menyebrangi jurang
Dalam wajahku berkedip tanda-tanda
Akankah aku terus berjalan dalam monopoli kehidupan
Tetapkah aku berdiam mencari aman dalam ketakutan di atas jurang penderitaan
 Berdiam akan tergoyang dalam tekanan
Tak mampu menehan beban
Terjatuh kedalam permainan

Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan
Ayunan hatiku melintasi jurang
Aku merasakan sesuatu begitu salah dalam roda kehidupan
Aku seperti hidup dalam dunia yang dijual penuh kebohongan

Karya: Krisna Indra Kusuma (Bloger)


Catatan: Hargai karya seseorang meski buruk sekalipun karyanya, dan dia akan menghargai karya mu sebagaimana mestinya.



Puisi Sang Pemburu Sarang Walet

Puisi Sang Pemburu Sarang Walet

Sang pemburu sarang walet
Melalang lintas setapak menuju goa di hutan
Heti riang penuh semagat
Dengan percaya diri dan terus berharap
Berjalan dan terus berdoa
Mengharapkan rejeki yang hinggap pada dirinya

Hanya sebungkus nasi, lauk dan sebotol air yang ia bawa
Hanya itu yang ia punya untuk bertahan hidup di hutan
Harus hemat untuk terus semangat penuh tenaga

Goa di hutan adalah ladang rejeki baginya
Sarang walet adalah rezeki yang sesungguhnya diinginkan

Namun tak mudah baginya untuk kesana
Banyak rintangan dan halangan di lintas hutan
Medan terjal penuh bahaya harus di lalui
Tali tambang, parang, penerang, dan karung adalah alat tempur sang pemburu
Alat tempur untuk melalui halangan dan rintangan sang alam

Sungguh berat perjuangannya
Memanjat dinding tinggi untuk mengais rejeki di langit
Walau ia tahu akan bahayanya 
Bahaya yang pasti membunuhnya
Pasti akan meninggalkan keluarga yang dicinta untuk selamanya

Namun bahaya itu tak manyurutkan niatnya
Dengan penuh semangat dan percaya
Sang pemburu akan terus memburu sarang burung yang tinggi dilangit sana
Demi nafkah dan kebahagiaan keluarga yang dicinta

Karya: Krisna Indra Kusuma


Coba mainkan game dilink ini
www.marketglory.com/strategigame/krisnakai











Puisi Ingin Orang yang tepat

Puisi Ingin Orang yang tepat

Pada akhirnya
Aku akan di lupakan dan kembali diingat
Ketika dia merasa kesepian
Air mata selalu berjatuhan
Berat rasanya

Hanya orang yang tepat bisa membuat aku senang
Karena dia memiliki cara yang berbeda
Setiap hari selalu ada warna yang berbeda
Membuat hati terasanyaman

Ingin rasanya ku miliki orang yang tepat
Apapun akan aku perjuangkan
Meski badai menghadang
Aku tak akan menyerah
Demi mendapatkan orang yang tepat untuk menemani selama aku hidup
Orang yang membuat hari-hariku terasa nyaman
Karena aku tak ingin lagi ada air mata yang mengalir di pipi

Karya: Krisna Indra Kusuma
Puisi Bersama Purnama Kan Kukirim Rindu

Puisi Bersama Purnama Kan Kukirim Rindu

Di bawah bulan purnama
Aku disinari dengan kerinduan mu
Sedang apa kau disana
Bagaimana hatimu saat ini
Aku disini kangen senyum manis mu

Memandang awan mata terpesona
Melihat bintang-bintang diantara purnama
Berkelap-kelip indah cahayanya
Melukiskan wajah bahagia mu disana

Angin kirimkan suara rinduku
Pada hati wanita yang aku cinta
Kan ku lepas panah asmara tepat di hati

Bulan purnama teruslah bercahaya
Terangi Dia ditidur yang lelap
Karena aku tak ingin ada kegelapan yang menghampiri mimpinya yang indah

Malaikat cinta bantulah aku
Cabutlah roh dari raga disaat ku terlelap lelah
Bawalah rohku ke dalam mimpinya
Agar aku tetap berada di samping wanita yang dicinta
Meski aku berada jauh dari raganya

Virus-virus cintamu telah mengalir dalam darahku
Karena itu aku ingin terus menjalani hidup bersama mu wahai kekasihku

I love u

Karya: Krisna Indra Kusuma

Puisi Rasa Cinta

Puisi Rasa Cinta

Cinta aku kamu
Cinta kamu aku
Aku cinta kamu
Kamu cinta aku
Kamu aku cinta
Aku kamu cinta
Cinta hatiku satu
Cinta hatimu satu
Satu cinta hatiku kamu
Satu cinta hatimu aku
Hatimu satu cinta aku
Hatiku satu cinta kamu
Cinta itu menghargai
Menghargai itu cinta
Cinta itu menyayangi
Menyayangi itu cinta
Cinta itu mengasihi
Mengasihi itu cinta
Cinta mepercayai
Memper cayai cinta
Cinta rindu
Rindu cinta
Cinta tidak menduakan
Menduakan tidak cinta
Cinta tidak mempermainkan
Mepermainkan tidak cinta
Cinta tak ada dusta
Dusta tak ada cinta
Cinta tidak ada derita
Derita tidak ada cinta
Cinta saling menyatukan
Menyatukan saling cinta
Cinta itu indah
Cinta itu bahagia

Karya: Krisna Indra Kusuma
Puisi Malam Hitam

Puisi Malam Hitam

Malam hitam
Keramaian dunia ditelan sunyi
Anjing bersenggama membunuh sepi
Kelap-kelip mungil menghias kelam

Malam hitam
Mataku melihat redup tarian awan hitam
Bintang-bintang berlukis gugusan layang-layang
Bulan sabit bersenyum landai

Malam hitam
Ranjang memulangkan nafas tubuhku sibuk
Mulut tertutup lelah telentang
Mata tersayup harapan esok
Dingi angin melanda tubuh menarik selimut hingga subuh

Malam hitam
Menghadir pesta dunia palsu
Berteriak bahagia dalam bisu
Hari siang terbungkus malam

Malam hitam
Mengasihi insan dalam derama
Menjujurkan dalam kepura-puraan

Karya: Krisna Indra Kusuma





Puisi Aku Hanya Uang


Aku hanya sepotong kertas
Bentukku sederhana dengan berbagai warna
Aku juga diciptakan oleh kalian
Tapi kenapa aku bisa mengendalikan hidup kalian

Dengan bentukku yang sederhana
Aku tak tahu mengapa
Kalian rela saling membeda
Saling berebut tahta
Saling bermusuhan
Saling beradudomba
Saling membudaki
Saling menyakiti dan
Tega membunuh
Padahal kalian bersaudara

Karena aku membuat kalian lupa keluarga
Lupa Ibu yang melahirkan
Lupa anak yang dilahirkan
Lupa ayah yang menafkahi dan membesarkan
Lupa adik dan kaka
Lupa teman dan sahabat
Lupa suami dan istri

Mengapa kalian lebih menyembah aku dari pada menyembah Tuhan yang menciptakan kalian
Padahal kalian tahu apa balasan diakhirat nanti 
Ketika menyembah selain tuhan
Ketahuilah tuhan yang harus disembah bukan aku yang kalian sembah

Jika kalian sakit 
Aku hanya bisa ditukar dengan obat
Aku juga tidak bisa menyembuhkan sakit dan menyelamatkan kalian dari takdir
Aku juga tidak menemani kalian di alam kubur

Diakhir jaman nanti
Karena aku kalian bisa kesurga dan
Karena aku juga kalian bisa keneraka

Jika kalian keneraka nanti karena keegoisan
Aku tidak bisa menyelamatkan mu
Ingat aku hanya selembar kertas
Dengan nama yang kalian sebut adalah uang

Karya: Krisna Indra Kusuma



Puisi Terdampar di Hutan

Puisi Terdampar di Hutan

Mata terbuka tak tau dimana
Sendiri tak berkawan
Di hutan sunyi tak berpenghuni
Takut kurasakan

Lirihku melangkah bingung tak terarah
Takutpun terjabak di dalam raga
Karena kutak tau bahaya apa yang ada

Perut keroncong dan dahaga melemahkan tenaga
Langkah sempoyong ku berusaha
Mencari makan dan minum apa yang ada

Sungguh menderita
Hidup terdampar yang kujalani
Mencari akal terus berusaha

Secerca harapan pasti
Ingin kupergi dari tempat ini

Karya: Krisna Indra Kusuma


Ayo main game di link ini dapet uang beneran lo dari game ini:
http://www.marketglory.com/strategygame/krisnakai






Puisi Tersayat Hati

Puisi Tersayat Hati

Tiada daya tubuh tegap
Lemah merenyut kaki ini
Tiada semangat hudup di pagi,siang, dan malam
Melamun menatap jam dinding mengejar hari
Detikan jarum jam terasa lama berganti esok

Hati tersayat yang dara buat
Menembus jantung seakan sekarat
Bibir manismu yang menduri
Tersayat derita tubuhku ini

Tak kusangka tubuhmu yang anggun nanwangi
Sungguh tega bibirmu menyayat hati
Pasrah inginku pergi
Kau bak mawar yang berduri

Karya: Krisna Indra Kusuma




Puisi Kakiku yang Dulu

Puisi Kakiku yang Dulu

Dulu pernah
Kakiku berjalan
Kakiku berlari
Kakiku berlompat-lompat
Kakiku menendang
Kakiku menari-nari
Kakiku berenang
Kakiku mengayuh sepeda
Kakiku menginjak bumi
Kakiku kehujanan
Kakiku kepanasan
Kakiku sekolah
Kakiku kerja
Kakiku kotor
Kakiku bersih
Kakiku capek
Kakiku pegal
Kakiku terkilir
Kakiku terluka
Kakiku sakit 
Kakiku tidur

Sekarang
Kakiku kaku

Karya: Krisna Indra Kusuma



Mainkan game disitus ini dapet uang beneranlo 
(http://www.marketglory.com/strategygame/krisnakai)
Puisi Sepasang Cinta Sepatu

Puisi Sepasang Cinta Sepatu

Sepasang Cinta Sepatu 

Memang aku rupawan 
Memang aku indah
Memang aku menarik
Memang aku baik

Kamu menyukaiku
Kamu ingin memiliki aku
Kamu ingin hidup bersamaku
Ketika aku membuat mu sesak hati
Jangan tetapkan hati, lepaskan dan pergilah
Tidak baik untuk dipaksakan 
Ketika cinta tidak pas
Tak mampu menyatukan dua hati yang berbeda

Seperti sepatu indah, menarik, baik nansempit
Jika terus dipaksa akan ada rasa perih luka dikaki
Meski kau tahan dengan luka itu
Jangan terus memaksakan
Sepatu itu akan hancur

Karena
Aku tak ingin membuatmu terluka
Aku tak ingin melihat hari-harimu tersiksa
Akupun tak ingin rasa luka

Mungkin di toko lain ada sepatu yang pas dikaki
Pergi dan temukanlah dia yang pas dihati
Jangan sia-siakan cepatlah kau miliki
Jika pas akan terasanyaman untuk melewati hari

Karena cinta tak harus memaksa dan terus bersama
Cinta dihati tidak untuk menyakiti

Ketika dua insan saling berpadu
Akan tersua cinta tiada duka

Karya: Krisna Indra Kusuma

Baca juga Puisi : 


 













Pageviews past week