Translate

Showing posts with label Puisi alam. Show all posts
Showing posts with label Puisi alam. Show all posts
Puisi Menikmati Malam

Puisi Menikmati Malam

Menikmati Malam 

Dimalam yang suntuk ini 
Mata masih segar
Menikmati indahnya malam
Menikmati hari yang panjang

Menonton bioskop di televisi
Ditemani segelas kopi
Ku menikmati ditengah sepi

Sementara orang-orang sibuk dengan dunia lainnya
Sedangkan aku asik menikmati dunia nyata

Bersama hembusan angin malam
Ku ambil sebatang rokok dan menghisapnya
Hembusan angin yang merasuk kedalam sukmaku
Ku membayangkan hal yang menyenangkan
Hidup bahagia tanpa beban

Asap rokok menjulang tinggi
Lebih menghargai diri
Berfikir dengan imajinasi
Ku buat puisi di malam yang sunyi ini

Karya : Krisna Indra Kusuma
Puisi Hujan Pembawa Berkah

Puisi Hujan Pembawa Berkah

Hujan Pembawa Berkah

Sangat bahagia
Sangat bersyukur
Ketika aku merasakan sentuhannya
Air hujan yang jatuh ditubuhku
Itu adalah berkah bagiku

Air hujan yang berkah
Jatuh ke bumi disambut kehidupan
Air hujan untuk dunia

Kebunku menjadi subur
Tanamanku akan menghasilkan
Rezeki akan mudah aku dapatkan
Dan aku mampu bertahan di dunia

Hujan pembawa berkah
Berkah bagi insan
Tanpa hujan 
Dunia menjadi gersang

Karya : Krisna Indra Kusuma




Puisi Bunga Mawar

Puisi Bunga Mawar

Bunga mawar
Warna-warni indah dipandang
Wangi aromanya
Semua insan suka memilikinya

Bunga mawar
Menghiasi indah halaman rumah
Memanjakan mata
Menyegarkan nafas
Membahagiakan hati

Tetapi awas
Ada duri derita dibalik keindahanya
Duri yang dapat melukai dan terasa menyakitkan
Tak akan terluka, bila menyentuhnya dengan hati-hati

Rawatlah dengan penuh kasih sayang
Agar bunga mawar terus hidup dan mekar


Puisi Dunia Yang Gersang

Puisi Dunia Yang Gersang

Dunia Yang Gersang

Ku berjalan-jalan ke pinggiran kota
Melirik kiri dan kanan
Kumelihat barisan gedung-gedung tinggi
Terasa di hati dunia ini sungguh gersang

Banyaknya motor dan mobil yang berlalu-lalang
Mengeluarkan kepulan asap hitam
Asap yang melayang tinggi hingga ke awan
Membuat ozon menipis

Sinar matahari yang terasa menyengat
Dada pun terasa sesak karena polosi
Sebab pohon-pohon tidak ada
Pohon-pohon telah berubah menjadi gedung-gedung tinggi

Sudah tidak adalagi manusia yang perduli dengan bumi
Mereka lebih penting mendapatkan kekayaan
Tak perduli dengan apa yang terjadi nanti dimasa depan
Sungguh ironis dengan selogan yang mereka buat

Bumi telah menunjukan tanda-tanda amarahnya
Bencana alam terjadi dimana-mana
Tetapi mereka tidak sadar
Jika amarah bumi memuncak 
Musnahlah semua

Puisi Aku Menjerit Karena Burung Pipit

Puisi Aku Menjerit Karena Burung Pipit

Aku Menjerit Karena Burung Pipit

Senang dan kecewa yang kurasakan
Saat melihat hamparan sawahku penuh dengan padi-padi
Senang, karena padi yang kutanam telah menunduk
Rezeki pun segera menghampiriku

Namun hatiku kecewa 
Saat melihat seribu burung pipit menyerang padiku
Burung-burung pipit yang menghisap padiku yang ingin menjadi beras
Dan burung-burung pipit yang hinggap mematahkan malai padiku yang tak lagi menjadi beras

Wahai burung-burung pipit
Yang terbang dilangit
Tubuhmu yang emprit
Mengapa kau membuat hatiku menjerit

Burung pipit
Janganlah kau patahkan rezekiku
Tak mudah aku merawatnya
Aku sudah tak lagi punya rezeki
Dan Hanya padi-padi itulah harapanku

Puisi Hujan Membawa Dingin


Puisi "Hujan Membawa Dingin" adalah puisi yang saya buat ketika hujan turun pada saat sedang melakukan perjalan arah Balikpapan-Samarinda. Seketika hujan turun, saya singgah di warung kecil di pinggir jalan dan memesan secangkir kopi dengan maksud untuk menghangatkan tubuh. Setelah hujan reda, saya melanjutkan perjalanan dan tentu saja tubuh terus merasakan kedinginan di sepanjang jalan hingga sampai tujuan. Setibanya di rumah sewa, tubuh saya menggigil dan demam serta menyempatkan saya menulis puisi ini. Semoga puisi ini berkenan di hati para sahabat pecinta puisi. "Selamat menikmati"

Hujan Membawa Dingin

Dingin
Dingin yang kurasakan
Membuat seluruh bulu tubuhku tegang
Dan seluruh tubuhku menggigil

Hangatnya secangkir kopi, masih tak mampu mengalahkan dingin
Dingin begitu dingin dan sangat dingin

Tak tenang dan gelisah
Ingin kunikmati tidur diantara hujan
Namun aku tak bisa
Karena dingin

Hari hujan yang membawa dingin
Dinginnya hingga menembus tulang
Tubuhku tak mampu bertahan dengan dingin
Dan akhirnya aku pun demam

Puisi Hangatnya Matahari Pagi Dihari Libur

Puisi Hangatnya Matahari Pagi Dihari Libur

Hangatnya Matahari Pagi Di Hari Libur

Jam 7 pagi aku terbangun
Terbangun di hari bebas dari semua kesibukan pribadi
Matahari tampak bersinar di ujung timur
Seluruh keindahan alam semesta terpancarkan

Cahaya matahari pagi memeluk hangat tubuhku
Tubuhku merasakan kehangatannya
Sungguh anugrah yang indah

Pagipun terasa semangat
Kupejamkan mata dan kuambil nafas dalam
Merasakan indahnya alam semesta

Tinggalkan sejenak pekerjaan yang melelahkan
Hari ini aku ingin bersenang-senang 
Bermain dengan alam
Dan kupeluk dunia
Akan aku habiskan waktu liburku untuk bersenang-senang



Puisi Malam

Puisi Malam

Malam

Langit yang menghitam
Sang mentari yang menghilang
Keramaian orang-orang yang senyap
Menjadikan dunia sunyi

Hanya rembulan dan bintang-bintang di langit hitam
Cahayanya yang redup menerangi alam
Apakah ini yang dinamakan malam

Merasakan hari yang tenang
Sungguh malam yang indah
Membawa kedamaian dalam hati

Mengistirahatkan tubuh yang lelah dari urusan dunia
Menunggu detik-detik untuk memejamkan mata
Tak ingin menghilangkan momen ketenangan malam
Segera tidur dan nikmati mimpi indahnya

Selamat malam


Puisi Terkurung Dalam Hujan

Puisi Terkurung dalam Hujan

Di dalam ruang besar
Aku terkurung dalam ruang yang kecil
Ruang kecil yang tak sempit
Walau sulit bernafas bukan karena kesempitan

Ruang itu sangat berisik
Dikala hujan menabraki atap
Petir yang menggelegar
Menyambar sunyi di malam

Aku terkurung dalam hujan
Pepohonan berkelahi dengan suara ngeri
Suara misteri dalam angin yang berhembus dingin
Suara kepakan sayap kalong yang berputar-putar dalam ruang besar

Di dalam ruang kecil ini 
Hatiku terselimuti ketakutan yang nyeri
Bukan karena sunyi
Namun suhu dingin dengan suara-suara alam di balik sunyi

Padi ku panen

Padiku panen


Ketika pagi-pagi menatap hamparan sawah
Hati bahagia tak terkira
Sawah-sawah ku berkilauan emas
Angin-angin berhembus berbisik ditelinga ku
Seperti mendengar ucapan selamat

Burung-burung yang berkicau
Membawakan sebuah nyanyian maya dan
Jerami mu menari-nari seakan ikut bahagia
Hangatnya mentari pagi menghangatkan suasana

Melangkahkan kaki dan mengayunkan sabit
Akan ku raih rahmatmu untuk ku
Rasa syukurku, aku persembahkan dengan do’a dan
Akan ku beri rahmatku untuk mu

Semoga kelak engkau selalu diberi rahmat olehNya
Trima kasih padi ku engkaulah rezkyku

Karya: Krisna Indra Kusuma



puisi laut biru yang murka

Lautan biru yang murka


Laut biru
Di dalam diri mu ada harta yang sangat melimpah
Harta yang memberi kehidupan di bumi 

     Angin dan ombak saling bersahabat
     Planton- planton yang mewarnai
     Ikan- ikan yang bermain- main
     Trumbukarang yang menari- nari

  Sungguh….sungguh indah laut biru ini

Tetapi mengapa di tahun 2006 yang lalu
Engkau tumpahkan air yang tajam
Air yang membawa kematian di bumi

    Karena air mu yang tajam
    Engkau telah menghadirkan
    Rasa ketakutan dan trauma yang amat dalam
    Suara jeritan, tangisan, dan kesedihan yang terdengar di mana- mana
    Tubuh yang tidak lagi bernyawa
    Tergeletak di mana- mana

  Sungguh…sungguh sedih melihatnya

Wahai laut biru
Dengarkanlah suara hati
Suara hati yang meintih ketakutan

    Wahai laut biru
    Maafkan kami yang telah melukai mu
    Kami mohon dengan tulus
    Jangan engkau tumpahkan lagi air tajam mu

Kami berjanji
Akan kami sembuhkan lukamu yang dulu dan
Kami akan selalu menjaga mu

Karya: Krisna Indra Kusuma

Pageviews past week