Translate

Showing posts with label Puisi kritikan. Show all posts
Showing posts with label Puisi kritikan. Show all posts

Puisi Dunia Yang Gersang

Puisi Dunia Yang Gersang

Dunia Yang Gersang

Ku berjalan-jalan ke pinggiran kota
Melirik kiri dan kanan
Kumelihat barisan gedung-gedung tinggi
Terasa di hati dunia ini sungguh gersang

Banyaknya motor dan mobil yang berlalu-lalang
Mengeluarkan kepulan asap hitam
Asap yang melayang tinggi hingga ke awan
Membuat ozon menipis

Sinar matahari yang terasa menyengat
Dada pun terasa sesak karena polosi
Sebab pohon-pohon tidak ada
Pohon-pohon telah berubah menjadi gedung-gedung tinggi

Sudah tidak adalagi manusia yang perduli dengan bumi
Mereka lebih penting mendapatkan kekayaan
Tak perduli dengan apa yang terjadi nanti dimasa depan
Sungguh ironis dengan selogan yang mereka buat

Bumi telah menunjukan tanda-tanda amarahnya
Bencana alam terjadi dimana-mana
Tetapi mereka tidak sadar
Jika amarah bumi memuncak 
Musnahlah semua

Puisi Suara Huru-hara

Puisi Suara Huru-hara

Suara Huru-hara

Ini bukanlah yang pertama dan bukan yang terakhir
Suara huru-hara yang mengguncangkan negri
Terdengar nada yang berirama kasar yang merobek hati
Suara-suara kekecewaan yang sangat lantang
Menuntut sebuah keadilan dan perbaikan 

Mereka berteriak dan mengepalkan tangan di udara
Wajah-wajah dibalik ninja dengan raut yang putus asa
Wanita dan pria bersatu menjadi kesatuan untuk menuntut hak dan janji
Janji-janji manis yang hampa dari mereka yang lupa

Aksi mereka akankah didengar oleh mereka yang berkewajiban
Aksi mereka hanya ingin menukar sesuatu hidup yang baru
Sesuatu hak yang seharunya dimiliki untuk melanjutkan hidup
Mereka akan terus bergerak jika hak tak kunjung didapat

Mereka yang bekewajiban jika tak mendengar aksi mereka
Damai akan berubah menjadi kebringasan
Segala disekitar mereka akan binasa
Darah akan membanjiri daratan
Sebuah perang akan dimulai

Mereka yang damai akan sangat berbahaya
Berhati-hatilah engkau yang berkewajiban mereka mampu membuatmu tak mampu bergerak
Mereka cepat dan daya musnah yang kuat yang membuatmu tak mampu berfikir
Dan akhirnya kamu akan tersingkir

Hidupmupun dalam kehancuran
Dan engkau akan mengerti arti sebuah kekecewaan dan keputus asaan
Puisi Jangan Pilih Pemimpin Boneka

Puisi Jangan Pilih Pemimpin Boneka

Puisi Indah: Jangan Pilih Pemimpin Boneka

Jangan memilih pemimpin yang tidak tahan mental

Jangan biarkan dia menang dalam pemilu
Banyak memberi uang
Karena ada suatu tujuan yang diinginkan

Uang yang ia punya, sebagian uang gelap
Uang gelap yang datang dari negara asing
Suatu negara yang menjadikan pemimpin kita boneka

Jangan pilih pemimpin yang lemah
Pemimpin yang mudah dirantai lehernya
Pemimpin yang mudah terbujuk manis oleh bangsa barat
Dia bukanlah pemimpin, dia adalah pembantu yang terus diperintah sang majikan

Majikan yang menjijikan
Majikan yang ingin menggrogoti kekayaan negara kita
Dengan menghancurkan sistem pemerintahan
Dengan membujuk rayu pemimpin kita dengan janji manis yang omong kosong doang

Jika pemimpin yang lemah terpilih
Bersiap-siaplah kita semua akan merasakan perih






Puisi Kamu Adalah Teroris

Puisi Kamu Adalah Teroris


Pedoman kita sama
Tuhan kita sama
Kenapa kita masih saling membeda

Kamu berpeci
Beribadah sehari-hari
Sudah bergelar haji
Tetapi kamu tidak baik hati

Kita adalah saudara tetapi kamu perangi
Kerena kamu membuat hukum sendiri
Kau ingin kami sebut Nabi

Yang tak mengikuti kepercayaan mu, kau bunuh
Yang tak mau ikut dengan kelompokmu, kamu anggap musuh
Kamu telah membuat agamaini runtuh
Karena kamu sangat angkuh

Kamu sudah tertipu oleh iblis
Dengan bisikannya yang manis
Hati mu berubah menjadi bengis
Kau adalah teroris

Saudara kita kamu culik
Kamu hipnotis dengan kata-kata licik
Kamu jadikan mereka robotik
Robot untuk menghancurkan tempat yang kamu lirik

Kamu buat mereka seperti mati sahid
Tetapi bagi kami itu mati yang paling pahid

Kamu janjikan mereka masuk surga
Tetapi kamu membuka pintu neraka 




Puisi Ada Apa Dengan Hand Phone

Puisi Ada Apa Dengan Hand Phone

Hand phone apasih yang spesial dari kamu
Mengapa kamu mampu menghipnotis semua orang
Rahasia apa yang kau miliki
Kau sangat berpengaruh di dunia

Untuk mendapatkanmu 
Semua orang rela mengorbankan segala sesuatu
Baik harta, waktu, pekerjaan, keluarga, dan bahkan nyawapun menjadi korban

Semua orang harus menghabiskan hartanya 
Untuk mendapatkanmu
Banyaka waktu mereka yang terbuang tak bermakna
Karena mereka terus melewati waktu bersamamu
Pekerjaan mereka banyak yang terbengkalai
Karena lebih mementingkan kamu
Banyak keluarga yang diacuhkan
Karena mereka sibuk denganmu
Banyak nyawa yang terenggut dengan kejahatan mereka
Itu semua karena kamu

Terlepas dari pengaruh burukmu
Engkau memang sangat dibutuhkan 
Karena kamu
Keluarga berada jauh di sana, kami tetap bisa bersilahturahmi
Saat terjadi kondisi darurat, semua cepat dikondisikan
Banyak orang yang mendapat rejeki
Teman yang jauh meresa dekat
Hati yang sepi menjadi semi

Dua sifat karena kehadiranmu
Siapakah yang harus disalahkan 
Kamu ataukah mereka

Puisi Cintailah Kita

Puisi Cintailah Kita

Ada tempat kosongkah di hatimu
Isilah hatimu yang kosong dengan cinta
Karena cinta itu kuat
Lebih terang dari penerang

Tak akan ada alasan untuk menangis
Di dalam hatimu kan merasa
Tak ada dusta dan serakah
Begitu banyak keindahan yang dirasa

Ada ruang kecilkah di hatimu
Isilah ruang kecil itu dengan kepedulian
Jika ada kepedulian dalam hati
Maka indahlah kehidupan

Jadikanlah negara ini tempat yang indah
Sembuhkanlah luka dukanya
Jadikanlah negara ini tempat yang baik
Untuk mu untuk ku dan untuk mereka

Banyak orang melarat
Jika kau peduli pada kehidupan
Berilah perhatian

Mengapa cinta itu ada?
Jika kau ingin tau kenapa!
Karena cinta itu kuat tak dapat berdusta
Cinta hanya peduli pada pemberian yang ikhlas

Dalam hidup tak ada ketakutan
Cinta cukup bagi kita untuk tumbuh
Dan impian yang kita angan-angankan
Dan negara yang kita tinggali ini
Akan bersinar lagi dengan indahnya
Karena negara ini tempat tinggal kita

Puisi Sebutir Nasi Dari Petani

Puisi Sebutir Nasi dan Petani


Sadari dan renungkan
Berpikirlah dari hati yang paling dalam
Belajar menghargai
Awal yang paling sederhana

Satu butir nasi di atas piring
Jangan remehkan dengan satu butir nasi yang tertinggal
Walau hanya sebutir
Namun mampu membuat petaka besar diakhir hidup nanti

Karena hulu nasi adalah padi
Padi yang ditanam petani
Butuh perjuangan keras sang petani
Sejuta keringat yang ia teteskan ke bumi
Sejuta harapan yang dinanti
Sejuta uang yang ingin dimiliki
Ia rela menghabiskan seluruh tenaganya untuk padi
Hingga ia lelah dan membungkuk disaat kai

Tidakkah merasa kasihan
Sulitnya perjuangan petani menanam padi
Hingga padi menjadi nasi di atas piring yang disantap
Untuk mengisi perut kosong

Hargailah perjuangan itu
Habiskanlah sebutir nasi sampai lenyap di atas piring
Karena tanpa petani
Perut insan akan terus kosong
Kekosongan membut lemah dan perlahan musnah
Tubuh akan tinggal di dalam tanah

Puisi Anak Kucing Yang Malang

Puisi Indah: Anak Kucing Yang Malang

Puisi anak kucing yang malang

Lihatlah anak kucing di tepi jalan itu
Hanya sendiri
Sungguh anak kucing yang malang
Berjalan perlahan dengan teriakan memanggil ibunya

Padahal banyak orang-orang yang berlalu-lalang di tepi jalan itu
Namun mereka cuek 
Pura-pura tidak tau keadaan anak kucing yang malang
Kemana nurani dan belas kasih dihati mereka?

Si anak kucing terus berjalan pelan 
Kadang berlari kecil dan berhenti
Berteriak lantang kadang juga lirih
Berteriak lantang memanggil-manggil ibunya
Berteriak lirih mencuri simpati kepada mereka yang berlalu-lalang

Mereka yang berlalu-lalang tetap tak perduli
Mata seakan buta dan telinga seakan tuli
Mata hati yang buta dan tertutupi
Telinga yang normal namun tak ingin mendengar anak kucing yang mencuri simpati

Karena mereka lebih penting mengejar urusan pribadi
Urusan pribadi yang membutakan hati nurani untuk tidak mengasihi,mencintai, dan menyayangi

Anak kucing itu benar-benar malang
Dia berada di lingkungan yang malang
Karena dia hidup di kota Malang


Puisi Anak Penjarakan Ibu Fatimah

Puisi Indah : Anak Penjarakan Ibu Fatimah

Ibu Fatimah

Ibu Fatimah dengan tubuh yang renta
Nasib disisa usianya yang senja begitu petaka
Denda 1 miliar yang harus ditanggungnya
Karena anaknya yang gila harta

Ibu Fatimah hanya mampu mengelus dada
Keheranan dalam hati yang dirasa
Anak kandung yang dibesarkan begitu tega
Karena anak, diusianya yang senja begitu menderita

Hay...
Dengar kau anak durhaka
Soal harta kamu menggila
Lihatlah Ibumu yang sudah tua
Mengapa kau buat dia menderita

Mana belas kasih untuk Ibu
Ibu yang melahirkan dan membesarkanmu
Mengapa kau tega dan hatimu batu
Tega memenjarakan Ibumu

Itukah balas budi yang kau beri
Kepada Ibu yang berjuang antara hidup dan mati
Menghadirkan mu di bumi
Karena harta hati nuranimu tertutupi
Dalam dirimu hanya iblis yang merasuki

Puisi Ketidak Adilan Hukum

Puisi Indah: Ketidak Adilan Hukum

Hukum tidak adil

Aku bingung dengan hukum di Negri ini
Banyak kasus kejahatan yang belum selesai dan misteri
Kejahatan yang lebih jahat dari sebuah kejahatan
Kejahatan yang mampu memperosokan Negri ini ke dalam jurang kehancuran

Semakin hari yang dilalui
Semakin tidak adil hukum ini
Orang kaya kebal hukum dan tak perduli
Karena hukum bisa dibeli

Berhati-hatilah wahai rakyat kecil
Kalian yang terpojok dalam hukum yang tidak adil
Janganlah engkau berbuat kejahatan sekecil apapun
Karena kejahatan itu akan membuat hidup kalian semakin kecil

Puisi Perampok Berdasi

Puisi Indah: Perampok Berdasi

Perampok berdasi


Negaraku tidak aneh
Tetapi pemimpin negri ini yang aneh
Padahal mereka itu lulusan sarjana
Tetapi tidak mencerminkan keintelektualannya

Penampilan mereka rapi, berdasi, dan berpeci
Gaya bicaranya lantang, berbobot, dan meyakinkan
Kehidupannya terlihat elit dan super mewah

Tapi aku bingung apa yang mereka mau
Prilakunya sama seperti perampok
Mengambil paksa hak oranglain dan meninggalkan duka
Sama dengan mereka yang tinggal dikolong jembatan
Rakus, menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan harta
Upah mereka besar melebihi umk dan umr
Tetapi mereka seperti orang miskin yang kurang harta

Aksi mereka seperti pahlawan gerilya
Perlahan-lahan menghancurkan negara

Dasi yang terikat dileher adalah simbol keintelektualan dan kesuksesan
Tetapi dasi mereka tidak demikian
Dasi mereka adalah simbol perampok begerilya
Perlahan-lahan menyiksa


Puisi Tercekik dalam Kemegahan

Puisi Tercekik dalam Kemegahan

Satu hal membuat kami bingung
Bos negara, entah apa yang ada dipikirannya
Membangun kemegahan yang tak kami rasakan manfaatnya
Banyak uang kami yang dipendam dalam kemegahan itu

Booss
Lihatlah kami sebagai rakyatmu
Sudah makmurkah kami, sudah mapankah hidup kami
Kami terus kerja keras mencari uang untuk kehidupan kaluarga kami
Tapi, kenapa hasil kerja keras kami terus dirampas

Kami semua tercekik dengan peraturan itu
Pajak, sembako, dan bbm terus melambung tinggi
Sedangkan uang yang kami dapat tak kunjung melambung dan terus susut

Peraturan untuk kemegahan itu
Membuat kami semakin menjerit
Menjerit karena lelah menahan cekik

Booss
Dengarlah suara hati kami ini


Puisi Mulut Cerdas Hampa

Puisi Mulut Cerdas Hampa

Apa yang bisa kamu lakukan dengan mulut cerdas mu
Kamu sering tampil di tv
Berkoar-koar kecerdasan muslihat mu
Membuat kami tak sadar maksud tujuan kepentingan mu

Mulut cerdas mu terus berkobar
Meyakinkan kami berpikir dan tak sadar kamulah yang terbaik
Mulut cerdas mu berbumbu janji-janji manis
Menghipnotis kami memaksa untuk memuji kamu

Ketika kami jatuh dalam tekanan
Kamu hanya duduk manis menonton tv
Menyaksikan penderitaan kami
Hanya tertawa lebar tanpa solusi

Kami sakit setiap hari 
Menunggu janji manis dari mulut cerdas mu
Mana janji itu.............

Dari kami sampai mati menunggu janji itu
Tetapi janji itu hanyalah hampa
Kamu berdiri mewah di atas penderitaan kami

Waktu terus berputar 
Hari-hari silih berganti
Tahun-tahun berganti jaman
Tetapi hidup kami masih diselimuti derita

Bagai mana kamu bisa tega terhadap kami dengan mulut cerdas mu itu

Penulis: Krisna Indra Kusuma

puisi untuk mafia petinggi negara

Mafia petinggi negara


Hay kau jangan berisik
Suaramu membuat semua orang menderita
Seperti aku yang tak kau sentuh
Kau hanya duduk di hartamu

    Kau berdiri
    Menunjukan jari mu kesegala arah
    Kau nyaringkan suara mu yang penuh dengan dusta

Saat engkau membangun sebuah kelicikan
Tanpa disadari
Kau telah menelan rasa kebahagiaan semua orang
Orang- orang yang rela memberimu makan

   Didalam kepala mu hanya ada harta
   Harta yang membuat mu gila akan jabatan
   Kemunafikan yang berlimpah, terkumpul dalam dirimu

Jangan engkau hargai kata- kata mu
Semua orang telah menipiskan rasa tulus terhadap mu
Karena suara- suara mu yang jauh dari kenyataan
Kenyataan yang membuat semua orang bahagia

   Dari sabang sampai merauke
   Di jumpai orang- orang kelas bawah yang tertindas
   Tertindas karena kelicikan yang kau buat
   Kelicikan mu yang membuat semua orang untuk menyalahkan Negara sendiri

Kau menciptakan kehancuran Negara ini
Membuat semua orang turun kejalan untuk saling berperang
Kau telah membanjiri jalan dangan tumpahan darah mereka yang tiada arti
Hay kau sadari itu apa yang telah kamu perbuat di Negara ini

Karya: Krisna Indra Kusuma

Pageviews past week