Translate

Showing posts with label Puisi Bertema Nelayan. Show all posts
Showing posts with label Puisi Bertema Nelayan. Show all posts

Puisi Kehidupan Nelayan

Puisi Kehidupan Nelayan

Kehidupan Nelayan

Sungguh berat kehidupan sang nelayan 
Pagi-pagi buta pergi dari rumah beratapkan ilalang
Pergi untuk berperang
Mencari ikan melawan gelombang

Perjuangan yang menantang nayawa
Jika sang nelayan menang berperang
Ia akan pulang membawa banyak ikan
Jika sang nelayan kalah
Ia akan tenggelam dan tak akan pernah pulang

Sang nelayan tau apa akibatnya perang melawan gelombang
Ia sadar jika kalah, nyawanya akan hilang
Namun ia tak menyerah dan terus berjuang
Demi sebuah kebutuhan akan terus berperang

Tubuh yang tak lagi berkeringat, keringatnya habis diserap sang surya
Perjuangan yang sungguh berat
Hasil ikan yang ditangkap pun tak melimpah
Uang yang didapatpun tak sebanding dengan tantangan

Sungguh kejam kehidupan dalam benak nelayan
Merasakan ketidak adilan
BBM yang kian melambung
Yang membuat perut para nelayan semakin kembung

Tak apa hati nelayan mengeluh
Karena kehidupan kian keruh

Puisi Laut Kejam Dan Nelayan Tenggelam

Puisi Laut Kejam Dan Nelayan Tenggelam

Laut Kejam Dan Nelayan Tenggelam

Lautan sungguh engkau sangatlah kejam
Badai ombak yang kau buat sungguh tajam
Kapal nelayan yang kau hantam, hancur dan tenggelam

Lautan sungguh engkau tak punya belas kasihan
Engkau tega merenggut jiwa nelayan
Wahai lautan, dari nelayan apa yang harus disalahkan
Mereka hanya menangkap sedikit ikan
Untuk mereka dan keluarganya agar bisa makan

Wahai lautan dalam yang kejam
Jiwa mereka yang engkau tenggelamkan
Apakah itu sebuah takdir kepergian?
Bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkan?
Apakah mereka mampu bertahan dalam kerasnya kehidupan?

Wahai lautan apakah engkau yang kejam
Dan apakah ini hanya sebuah hukum alam

Lautan dengarkanlah sebuah rintihan hati
Hati mereka yang menitipkan salam kepada nelayan yang engkau tenggelamkan
Bahagiakanlah jiwa nelayan di alam yang berbeda



Puisi Aku Anak Nelayan

Puisi Aku Anak Nelayan

Aku Anak Nelayan

Pagi-pagi buta di hari libur kuikut ayah pergi menghampiri sampan
Ikut melaut mencari ikan
Bersama ayah aku berjuang melawan ombak yang tak berkawan
Aku akan pulang ketika sang surya sudah tertidur

Berada di tengah laut yang luas aku harapkan
Saat kulemparkan jala ada ikan yang aku dapatkan
Ikan yang akan aku jual kepada tengkulak
Namun tak kubayangkan 
Uang yang aku dapatkan tak sepadan dengan perjuangan

Aku melihat ayah yang hanya mengelus dada
Perjuanganku dengan ayah yang menantang maut
Hasil tangkapan ikan yang banyak
Tapi mengapa uang yang kami dapatkan tak sesui harapan

Merenungi kehidupan yang tak ingin kusesalkan
Kepada awan aku bercermin
Diriku hanya seorang anak nelayan
Lautan tempat kehidupan sehari-hari yang kusandarkan
Haruskah aku mengeluh pada kehidupan






Puisi Mereka Adalah Nelayan Penjala Kehidupan

Puisi Mereka Adalah Nelayan Penjala Kehidupan







Puisi Indah: Mereka Adalah Nelayan Penjala Kehidupan

Kalian tau dari mana adanya ikan-ikan yang dijual di pasar
Tidak mungkin ikan-ikan itu ada di pasar, kalau tidak ada seseorang yang mencarinya
Mereka adalah para penjala ikan
Seharian penuh mereka menambang di lautan

          Tak mudah mencari ikan di lautan luas yang ramai
          Kaki yang menapak pasir di pesisir pantai
          Di sambut ombak yang saling bersautan menghantam sampan
          Tetap mereka tak perduli dengan ancaman

Tetapi di ruang hati mereka yang sedikit kosong, ada rasa ketakutan
Ketakutan dengan badai ombak yang siap membalikkan sampan
Rasa ketakutan itu tidak nampak diwajah mereka yang tersamarkan dengan sebuah kebutuhan
Kubutuhan para penjala dan keluarganya untuk terus bertahan dalam sebuah piramida kehidupan

          Seharian penuh mereka menambang di lautan
          Di bawah terik matahari yang membuat kulit mereka hitam
          Tetapi mereka tetap semangat melemparkan jala hingga keringat bercucuran
          Menangkap ikan untuk kalian hingga malam

Kalian bersukur bisa memakan ikan dalam pesta
Bergembira riang makan malam bersama keluarga
Tak perlu mempertaruhkan nyawa seperti para penjala
Tapi lihatlah kehidupan mereka yang tak sebanding dengan sebuah perjuangan yang menantang nyawa

          Jala, dan sampan bagi mereka adalah teman
          Lautan bagi mereka adalah sebuah harapan
          Untuk kalian sebuah peringatan
          Janganlah kalian merusak lautan
          Agar para penjala terus mendapat ikan
          Sehingga kalian bisa terus membeli ikan di pasaran
          Dan kehidupan para penjalapun bisa terus bertahan



Puisi untuk nelayan



Puisi untuk nelayan

Untuk Nelayan

Malam-malam gelap
Dinginnya angin laut yang menusuk
Hanya lampu petromak
Lampu yang menerangi gelapnya dunia dan
Perahu ketinting yang ia punya
Perahu yang bisa membawanya pergi
Pergi melaut untuk mencari ikan

Ikan yang diharap dapat ditukar uang
Uang untuk bertahan hidup didunia ini
Istri dan anak ia tinggalkan
Demi mereka

Tingginya ombak dilautan
Kerasnya terjangan ombak dilautan yang siap menjemput nyawanya
Tak membuatnya gentar
Terus melaut mencari ikan dan mendapat uang
Dalam lubuk hatinya yang paling dalam
Ia hanya bisa pasrah kepada Alam

Ekonomi yang sulit ia alami
Karena itu dia terus melaut dan melaut
Tak ada yang lain ia kerjakan selain melaut
Hanya melautlah yang ia kerjakan demi bertahan hidup keluarganya 
Hamparan lautan biru yang ia harapkan untuk mendapat ikan
Ikan-ikan adalah uang baginya
Wahai engkau manusia janganlah merusak laut
Karena laut tempat bekerja baginya dan

Ikan-ikan adalah harta baginya

Karya: Krisna Indra Kusuma



Pageviews past week