Translate

Showing posts with label Puisi indah. Show all posts
Showing posts with label Puisi indah. Show all posts

Puisi Densus 88

Densus 88

Wajah bertopeng
Gelap warnanya
Di balik topeng ada hati yang baik dan jiwa pahlawan

Di wajah yang bertopeng 
Ada mata yang tajam
Setajam mata burung hantu
Mata yang siap memburu

Tak akan ada mangsa yang mampu bersembunyi 
Karena pandangannya mampu menembus kegelapan
Tak akan ada yang bisa lari
Karena gerakannya secepat kilat
Tak akan ada yang bisa lolos
Karena segera disambar

Dialah Densus 88 anti teror
Dengan kekuatan burung hantu
Mereka sangat kuat, tangguh, dan cerdik
Gerakannya senyap, cepat, dan mematikan
Siap memburu teroris
Membasmi kejahatan yang terorganisir

Berjuang sampai tetesan keringat yang terakhir
Mereka mempertaruhkan nyawa
Demi keamanan rakyat dan negara
Densus 88 hanya milik Indonesia
Kami bangga

Karya : Krisna Indra Kusuma


Puisi Kucuri Wajah Cantikmu

Puisi Kucuri Wajah Cantikmu

Puisi Indah: Kucuri Wajah Cantikmu

Kubuka album foto
Tampak wajahmu di halaman depan
Terus memandangi wajah cantikmu
Bagaimana tidak aku terus merindukanmu

Ingin kukatakan sayang padamu
Tetapi kita tidak pernah ketemu
Ingin mengatakan rindu 
Tetapi aku bukan siapa-siapa
Ingin kukatakan cinta
Tetapi kita tak pernah menyatakan kata saling cinta

Karena aku denganmu tak pernah saling ketemu
Tak pernah saling bicara, bercanda, dan menyatakan cinta
Itu semua hanya angan-angan dari alam bawah sadar

Kucuri wajah cantikmu saat ada kesempatan
Dimana kesempatan bisa melihatmu
Kutangkap wajahmu dengan cameraku

Kusimpan wajahmu yang cantik pada album foto
Kutatap wajah cantikmu lalu aku bayangi sebuah cinta padamu
Tak ingin aku bertemu dan memperlihatkan wajahku
Karena wajahku tak setampan pria yang kau idam-idamkan

Biarlah aku tetap menjadi penggemarmu
Yang selalu membayangimu hingga merasuk dalam mimpi
Beginilah cara aku merasakan cintamu
Walau hanya sekedar membayangi, tetapi aku merasa senang


Puisi Kamu Adalah Teroris

Puisi Kamu Adalah Teroris


Pedoman kita sama
Tuhan kita sama
Kenapa kita masih saling membeda

Kamu berpeci
Beribadah sehari-hari
Sudah bergelar haji
Tetapi kamu tidak baik hati

Kita adalah saudara tetapi kamu perangi
Kerena kamu membuat hukum sendiri
Kau ingin kami sebut Nabi

Yang tak mengikuti kepercayaan mu, kau bunuh
Yang tak mau ikut dengan kelompokmu, kamu anggap musuh
Kamu telah membuat agamaini runtuh
Karena kamu sangat angkuh

Kamu sudah tertipu oleh iblis
Dengan bisikannya yang manis
Hati mu berubah menjadi bengis
Kau adalah teroris

Saudara kita kamu culik
Kamu hipnotis dengan kata-kata licik
Kamu jadikan mereka robotik
Robot untuk menghancurkan tempat yang kamu lirik

Kamu buat mereka seperti mati sahid
Tetapi bagi kami itu mati yang paling pahid

Kamu janjikan mereka masuk surga
Tetapi kamu membuka pintu neraka 




Puisi Bayangan Cinta

Puisi Bayangan Cinta


Puisi Indah: Bayangan Cinta

Setelah perkenalan itu
Ada benih cinta yang tumbuh dalam diriku
Berdua bercakap saling memahami keadaan
Berbicara dari hati ke hati

Terlarut dalam waktu yang terus bergerak maju
Jantung terus berpacu seirama dengan detik yang terus berlalu
Perasaan suka padanyan semakin mengalir dalam darahku

Cintaku padanya tumbuh dari luapan jiwa yang bahagia
Memandang langit terpancar wajahnya yang indah
Selalu terfikirkan dirinya 
Diriku terus bertemu dia dalam mimpi ditidur malamku

Tak ingin mimpi itu cepat berlalu
Karena aku masih ingin berada disamping dirinya
Walau hanya sekedar mimpi
Tetapi aku bisa merasakan indahnya mencintai dan dicintai
Karena mimpi itu sangat indah

Sebuah harapan yang aku inginkan
Tak ingin bermimpi lagi walau mimpi itu indah
Aku ingin bersamanya dalam sebuah kenyataan dan bukan hanya sebuah bayangan



Puisi Sabtu Sendiri

Puisi Sabtu Sendiri

Puisi Indah: Sabtu Sendiri

Di hari Sabtu aku masih sendiri
Tiada gadis yang menemani
Hatiku sangat kesepian
Hanya radio yang menghibur hati

Mengapa sampai detik ini aku masih sendiri
Apa yang kurang dari luar dan dalam diriku
Dimanakah gadisku hingga kini aku tak menemukannya
Apakah Tuhan merencanakan sesuatu

Aku yakin Tuhan pasti merencanakannya
Aku yakin, aku pasti hidup bahagia tepat pada waktunya
Hidup bahagia bersama gadis itu

Sekarang aku harus sabar
Dan terus berusaha mengejar gadis itu
Mengejar hingga ujung dunia
Tak akan menyerah hingga aku menemukannya


Puisi Bertahan Hidup Dalam Perang

Puisi Bertahan Hidup Dalam Perang

Sehari di medan perang 
Terasa sebulan lamanya
Sangat lama waktu yang terlewat setiap jam
Betapa besarnya harapan ku untuk tetap hidup

Tak ingin sebutir peluru yang mengenai diriku
Tak ingin tubuhku hancur oleh ledakan ranjau
Semoga baju dan helem anti peluru ini melindungiku
Hingga akhir pertempuran

Saat tubuh ku bergerak melewati terjangan peluru
Adrenalin ku terpacu dan terus semangat untuk berburu
Memburu musuh dan membunuhnya 
Sebelum aku terbunuh meninggalkan dunia

Aku selalu merindukan mereka
Ingin aku pulang kerumah
Ingin aku berkumpul dengan istri, anak, keluarga, dan sahabat ku

Jika disaat aku tidak beruntung
Tubuhku tertembus peluru
Dan itulah akhir perjuangan ku

Ikhlaskanlah diriku yang pergi untuk selamanya
Mulaikanlah dirimu untuk kehidupan yang baru
Jangan perdulikan diriku yang sudah tak lagi berada







Pageviews past week